Sekedar Ngasih Saran. . .

Jadikan dirimu sesempurna mungkin,meskipun tiada yang sempurna di dunia ini!
Bentuklah duniamu dengan sikap yang mengagumkan...

Rabu, 04 Mei 2011

Semua Penulis [Akan] Mati



Menurut wikipedia versi Indonesia, penulis adalah sebutan bagi orang-orang yang menulis atau menciptakan suatu karya tulis. Karya tulis bisa dalam bentuk karya tulis ilmiah, makalah, buku, artikel, opini, atau sastra (termasuk prosa dan puisi). Media penulisan pun bisa beraneka seperti buku, majalah, koran, atau internet. Orang yang pekerjaan utamanya menulis maka biasanya disebut sebagai penulis. Sedangkan penulis sebagai kegiatan sampingan atau sub dari pekerjaan utama, boleh disebut sebagai penulis juga.

Pada umumnya seorang penulis harus memiliki tiga keterampilan dasar. Pertama adalah keterampilan berbahasa dalam merekam bentuk lisan ke tulisan, termasuk di dalamnya adalah menggunakan ejaan, tanda baca, dan pemilihan kata. Kedua adalah keterampilan penyajian, termasuk di dalamnya adalah pengembangan paragraf, merinci pokok bahasa menjadi sub bahasan pokok, dan susunan secara sistematis. Ketiga adalah keterampilah perwajahan, termasuk di dalamnya pengaturan tipografi seperti penyusunan format, jenis huruf, kertas, tabel, dan lain sebagainya.

Menilik sejarah, profesi penulis boleh dibilang tidak ada, artinya penulis bukanlah pekerjaan utama melainkan sebagai pekerjaan sampingan dimana pelakunya sudah memiliki pekerjaan utama, misalnya sebagai dokter, ahli dakwah, dan lain-lain. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan zaman, kini penulis bagi beberapa orang telah menjadi profesi utama.


Sebut saja penulis skenario, penulis fiksi, penulis buku-buku pelajaran, penulis buku-buku proyek, bahkan sampai penulis spesialis lomba/sayembara. Siapa yang tahu, di luar konteks pro dan kontra tentang profesi penulis, yang jelas profesi penulis tetap sama dengan profesi lainnya yang mengutamakan kerja profesional. Kalau memang sudah terjun total sebagai seorang penulis, tidak ada alasan baginya untuk tidak menulis. Sama halnya tidak ada alasan baginya untuk tidak membaca karena bagaimanapun kerja menulis tidak dapat dipisahkan dari membaca.

Ada satu tolok ukur yang tidak boleh diabaikan tentang profesi penulis, yaitu adanya pembaca yang secara tidak langsung akan mengikuti apa yang disampaikan (secara tersirat atau tersurat) dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang harus diperhatikan secara serius oleh penulis. Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan anggapan bahwa penulis [baca: pengarang] telah mati setelah karyanya selesai. Maksud dari konteks ini adalah adanya tanggung jawab moral seorang penulis setelah karyanya menjadi santapan umum di kemudian hari. Inilah yang menjadi titik tekan mengapa saya lebih memilih menulis yang bermanfaat bagi masyarakat umum.


Tidak ada maksud lain bahwa menulis adalah cara lain untuk memburu pahala, termasuk mengalirnya amalan kebaikan kendati sang penulis telah tiada. Saya tidak menutup mata kalau rezeki menulis juga turut mengikuti. Bisa jadi inilah bonus lain yang sudah disediakan Sang Maha Kuasa untuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

Al Zabidi mengatakan bahwa sastra adalah sesuatu yang diaplikasikan oleh sastrawan untuk membantu memperbaiki manusia. Ia membimbing manusia ke arah sifat-sifat terpuji dan menghindari sifat-sifat keji. Jadi, sudahkah kita menulis untuk kebaikan bersama?


^^ Good Luck. . .

Manusia dan Angka


Setelah beberapa hari terpaku dengan kehidupan yang begitu-begitu saja,saya sejenak merenung untuk meratapi kehidupan ini. Dengan adanya beberapa masalah kecil yang harus saya selesaikan,saya mendapat banyak jawaban dan pengetahuan baru. Salah satunya ini "Manusia dan Angka". Mungkin beberapa orang bertanya-tanya apakah maksud dari judul tersebut.


Begini. . .
Tahukan bahwa manusia ialah mahluk sosial? Seperti saat ketika hidup menyendiri di kamar,karena masalah dengan keluarga. Senyap,mau mengadu tapi tak tahu kemana,ingin menangis tapi tidak ada yang peduli,saat kita tersenyum tak ada yang tertawa. Oleh karena itulah,disebutkanlah bahwa manusia adalah mahluk sosial,mahluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.


Seperti yang saya paparkan diatas,akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa manusia itu seperti sebuah angka nol,yang berarti(berguna) jika ada angka lain didepannya.

Apalah artinya,jika hanya ada sebuah angka nol dalam matematika tanpa menyertai angka yang lain? Tidak berguna! Itulah jawabannya.

Tapi lihatlah saat sebuah angka nol bersama dengan angka yang berbeda,terlihat lebih bermakna dan penuh arti. Sedangkan,apakah angka yang mendampingi nol itu berada didepan,maupun dibelakangnya.

Jadi sebagai angka nol yang baik,harusnya kita bisa bersama-sama dengan angka yang lain untuk memberikan hasil yan sempurna.

Sebenarnya kita hanya mengenal sembilan angka ditambah dengan angka 0, yaitu 1-9. Kesepuluh angka inilah yang membuat dunia matematika menjadi kompleks. Dari perhitungan yang sangat sederhana, sampai perhitungan yang sangat rumit, apalagi jika melibatkan simbol-simbol lain. Kali ini, cukuplah kita melihat keajaiban angka 123456789 berikut ini yang cukup mencengangkan:

123456789 x 9 = 1111111101
123456789 x 18 = 2222222202
123456789 x 27 = 3333333303
123456789 x 36 = 4444444404
123456789 x 45 = 5555555505
123456789 x 54 = 6666666606
123456789 x 63 = 7777777707
123456789 x 72 = 8888888808
123456789 x 81 = 9999999909

Sekarang lihat hasilnya (misalnya 1111111101), lalu jumlahkan semua angkanya sehingga didapatkan 1+1+1+1+1+1+1+1+0+1 = 9. Hasilnya ternyata sama dengan bilangan yang dikalikan dengan 123456789, yaitu 9. Coba kita lanjutkan:

2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 0 + 2 = 18
3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 0 + 3 = 27
4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 0 + 4 = 36
5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 0 + 5 = 45
6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 6 + 0 + 6 = 54
7 + 7 + 7 + 7 + 7 + 7 + 7 + 7 + 0 + 7 = 63
8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 8 + 0 + 8 = 72
9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 0 + 9 = 81

Menakjubkan! Oke, sekarang kita beralih pada perhitungan yang lain:

123456789 x 8 = 987654312
123456789 x 7 = 864197523
123456789 x 6 = 740740734
123456789 x 5 = 617283945
123456789 x 4 = 493827156
123456789 x 3 = 370370367
123456789 x 2 = 246913578
123456789 x 1 = 123456789

Lihatlah hasil yang didapat (kecuali perkalian dengan 6 dan 3). Semua hasilnya menunjukkan angka 123456789 yang posisinya diubah-ubah. Lalu, mengapa perkalian dengan 6 dan 3 berbeda? Apakah angka 6 dan 3 begitu istimewa?

Pada penjumlahan angka-angka hasil yang lain didapatkan 45, sebagai contoh adalah perkalian dengan 1 yang menghasilkan 123456789: 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 45. Nah, hasil ini berbeda dengan perkalian 6 dan 3:

7 + 4 + 0 + 7 + 4 + 0 + 7 + 3 + 4 = 36
3 + 7 + 0 + 3 + 7 + 0 + 3 + 6 + 7 = 36

Angka 36 adalah perpaduan angka 3 dan angka 6 dimana 3 + 6 = 9. Angka 3 adalah faktor dari 9, yaitu 3 x 3. Penjumlahannya pun pada akhirnya akan menghasilkan 3 + 3 = 6. Angka 6 tentu sangat istimewa bagi 9 karena bentuknya sama, namun hanya cukup diputar 180 derajat saja dimana 1 + 8 + 0 = 9. Begitu pula diketahui bahwa 18 : 6 = 3.


^^Good Luck. . .