Sekedar Ngasih Saran. . .

Jadikan dirimu sesempurna mungkin,meskipun tiada yang sempurna di dunia ini!
Bentuklah duniamu dengan sikap yang mengagumkan...

Jumat, 15 Januari 2016

Keberuntungan adalah Buah Usaha



Banyak orang berpandangan bahwasannya kesuksesan diraih semata-mata hanya karena faktor keberuntungan. Yup, pandangan ini memang ada benarnya, namun tak seutuhnya benar. Mari kita lihat beberapa penggalan kisah, para penemu yang kita sebut beruntung itu. Diawali dengan kisah penemuan Sir Alexander Fleming. Ia adalah orang yang dikenal sebagai penemu penisilin (antibiotik untuk melawan bakteri). Lahir di daerah pertanian Lochfield dekat Darvel, Skotlandia. Dia adalah anak ketiga dari empat orang bersaudara dan mempunyai empat orang saudara tiri lagi. Fleming bersekolah di Loudoun Moor School dan Darvel School, kemudian selama dua tahun dia bersekolah di Kilmarnock Academy. Setelah bekerja di kantor jasa pengiriman selama empat tahun, Fleming yang berumur 20 tahun saat itu mewarisi sebagian harta dari pamannya. Kakak Fleming yang waktu itu adalah seorang dokter menyarankan agar adiknya mengikuti jejak karirnya, sehingga pada tahun 1901 Alexander Fleming kemudian mendaftarkan diri di Rumah Sakit St. Mary's, London. Dia kemudian mendapatkan kualifikasi khusus untuk bersekolah di tahun 1906 dengan pilihan menjadi ahli bedah.

Alexander Fleming sendiri terkenal karena dia merupakan ahli peneliti yang sangat pandai, tetapi ceroboh dan laboratoriumnya sendiri sering terlihat berantakan. Pada Perang Dunia I, Alexander Fleming mulai bergabung dengan pihak medis. Ia melihat betapa mengerikannya luka-luka yang terinfeksi bakteri akibat perang dunia tersebut. Sehingga pada tahun 1920, ia mulai menenggelamkan diri untuk melaksanakan penelitian anti bakteri pada Tahun 1928. Namun sepanjang usahanya, ia belum juga menemukan jawaban atas usahanya, sehingga ia memutuskan untuk mengambil waktu sejenak untuk berlibur dan berharap mendapat inspirasi atas pencariannya. Setelah beberapa waktu, Alexander Fleming pulang dari liburan panjang, Fleming baru teringat akan bakteri-bakteri dipiringan laboratorium lupa di simpan baik-baik, dan telah terkontaminasi dengan sejenis jamur. Beberapa piring laboratorium yang berisikan bakteri di buang, tetapi kemudian Fleming memperhatikan bahwa perkembangan bakteri pada daerah yang terkontaminasi oleh jamur tersebut menjadi terhambat. Fleming kemudian mengambil sampel contoh dari jamur tersebut dan menelitinya, dia menemukan bahwa jamur tersebut berasal dari genus Penicillium. Inilah sebabnya mengapa obat tersebut bernama penicillin atau penisilin (Indonesia).

Lihat betapa keberuntungan melintasi kehidupan Alexander Fleming! Mencari tak kunjung didapati, beralih namun hadir tanpa disadari. Yup, keberuntungan itu tentunya ada! Namun, sadarkah kita keberuntungan bukan semata-mata hanya sebatas keberuntungan. Dalam kisah tersebut Alexander Fleming berusaha sampai sebuah titik yang mana ia telah mengalami kebuntuan! Ia berusaha!
Bayangkan apa yang terjadi jika ia sama sekali tak pernah meneliti? Berapa banyak luka terinfeksi yang tak bisa disembuhkan? Betapa orang penting seperti Churcill tak akan hidup di dunia ini.
Dalam hidup kita sadari bahwasannya ada keberuntungan didalamnya, namun bukan keberuntungan yang terpenting, tetapi usaha yang kita lakukan akan sesuatu, itulah esensi pentingnya. Sebab, sadar atau tidak keberuntungan sendiri adalah buah usaha yang telah kita lakukan, sedang kita lakukan, dan yang akan kita lakukan. Semakin besar usaha kita, semakin besar pula kesempatan kita mendapat keberuntungan.

^^ Good Luck. . . 

Selasa, 12 Januari 2016

Ajaran Semesta


Sebuah desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah terdapat species burung yang disebut warga setempat sebagai burung Maleo atau dalam bahasa latin disebut "Macrocephalon" yang diartikan sebagai kepala besar. Sebagai hewan endemik(yang hidup di wilayah tertentu), Maleo memiliki rangkaian kisah kehidupan yang luar biasa. Bahkan, pada waktu kelahirannya sang induk betina bisa jatuh pingsan setelah mengeluarkan telurnya. Bagaimana tidak, ukuran telur burung Maleo 5 kali lipat lebih besar ukurannya dibanding telur ayam, tentu saja sang induk harus bersusah payah untuk mengeluarkan telur tersebut.

Belum sampai disana saja, bahkan setelah sang induk siuman dari pingsannya, ia beserta pasangannya sang Maleo jantan harus bekerja sama untuk menggali lubang untuk menyimpannya didalam tanah. Dengan menggunakan tonjolan dikepala burung Maleo, hewan ini dapat mendeteksi panas bumi sehingga posisi penggalian pun tentunya tidak sembarangan, harus didaerah dengan suhu sekitar 32-35 derajat celcius. Lebih menakjubkannya, burung Maleo akan membuat dua lubang galian sebagai pengecoh atau jebakan bagi sang predator. Namun, kelahiran Maleo baru belum bisa dipastikan hanya sampai tahap ini.

Sang Induk harus benar-benar pergi setelah yakin telah menguburkan telurnya dengan aman. Hal ini perlu dilakukan oleh sang induk, sebab keberadaan mereka lama-kelamaan disekitar lubang akan menarik perhatian para pemangsa. Setelah dierami panas bumi selama 62-85 hari, maka Maleo kecil pun keluar dari cangkang telur penuh dengan cairan dalam kondisi gelap dan sendirian. Setelah kelahirannya pun, Maleo kecil belum bisa dipastikan keluar dari dalam ambang bahaya. Maleo kecil harus menggali lubang dari bawah tanah sendirian tanpa ada yang membantunya saat baru saja menetas!!! Tak jarang, saat Maleo kecil menggali ke permukaan, Ia pingsan karena kehabisan tenaga lalu koloni semut langsung menghampiri Maleo kecil dan berakhir hidup Maleo kecil. Namun, bagi Maleo yang berjuang keras Ia akan berusaha menembus tebalnya tanah yang menghambatnya dan Ia bisa keluar dari tempat gelap yang menjadi tantangan baginya. Maka, tak heran Maleo kecil langsung bisa terbang saat Ia berhasil keluar dari lubang tersebut tanpa diajari sang induk seperti kebanyakan species unggas lainnya.

Dalam kehidupan kita pun, seringkali kita sebagai manusia mengalami kondisi yang begitu berat bahkan sebelum kita mengetahui apa yang telah terjadi dalam hidup kita. Dari sepenggal perjalanan hidup burung Maleo kita pun dapat belajar, betapa berartinya sebuah perjuangan yang harus kita lakukan mengingat perjuangan yang telah diperjuangkan sebelumnya tanpa kita mengetahuinya. Kita merasa sangat perlu berjuang untuk mempertahankan hidup kita, yang tanpa disadari ada sosok-sosok yang berjuang untuk mempertahankan dan mempercayakan kehidupan kita. 

Mengingat perjuangan hidup bukan hanya sebatas hidup, namun terdapat kesenangan, kenyamanan, dan ketentraman didalamnya, sebagai mahluk sosial kita harus berusaha mewujudkan apa yang baik dalam perjuangan hidup kita. Apakah itu hubungan dalam keluarga, pendidikan yang kita jalani, atau bahkan karier yang sedang kita perankan. Hidup memang tampak sulit, namun semua kesulitan itu bukan alasan untuk berhenti dan menjadi lemah dalam kehidupan ini, sebab saat kita mampu keluar dalam kesulitan yang telah mengurung kita dalam gelapnya dunia ini, kita akan melihat cahaya yang kita harapkan, bahkan kita bisa terbang ke tempat yang bahkan tak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Ajaran semesta yang perlu kita ingat adalah Never Stop What You Have To Do!

^^ Good Luck. . .