Sekedar Ngasih Saran. . .

Jadikan dirimu sesempurna mungkin,meskipun tiada yang sempurna di dunia ini!
Bentuklah duniamu dengan sikap yang mengagumkan...

Sabtu, 26 Maret 2011

Jadilah Lampu yang Berarti


Suatu hari di sebuah desa kecil hiduplah seorang perjaka kuat yang baik hati serta bijaksana. Ia selalu membantu orangtuanya dalam menafkahi keluarganya. Pekerjaan yang ia jalani tergolong cukup berat,namun ia merasa segala sesuatu indah jika ia jalani dengan rasa cinta. Menurutnya,semua hal yang ada di dunia adalah hal yang indah jika bisa mencintai hal-hal tersebut.

Pada suatu malam ia memandang gemerlap lampu dan membandingkannya dengan para bintang ciptaan Tuhan. Ia berpikir manusia bagaikan lampu yang diciptakan manusia,namun Tuhan bagaikan bintang yang diciptakan Tuhan pula.

Ketika hari makin gelap ia berpikir mengenai kesombongan teman-teman dan para saudaranya. Dia menyesal atas perbuatan kerabat-kerabatnya tersebut. Ia berpikir,apakah yang mereka banggakan jika hidup mereka bagaikan lampu yang memang bisa menerangi beberapa objek kecil,tapi sejenak terang namun tiba-tiba mati begitu saja tanpa sebab apapun. Padahal di sudut lain Tuhan yang sebagai bintang selalu menerangi bumi serta isinya adalah abadi. Tuhan selalu menerangi apapun ketika malam hari yang sangat gelap dan kelam. Tapi apakah para kerabatnya tidak berpikir? Mungkin tidak. . .

Sebulan berlalu setelah renungan malam yang ia lakukan ternyata pemuda ini ikut mencalonkan diri sebagai kepala desa. Meskipun dirinya masih muda,tapi ia memiliki wawasan dan pemikiran yang sangat bijaksana. Pada babak 10 menit menarik perhatian rakyat oleh para calon kepala desa,sang pemuda membawakan pidato yang berkaitan dengan hal-hal seperti yang kita bahas tadi ternyata tanpa diduga ia terpilih sebagai kepala desa periode ini.

Dengan topik yang ia bawakan dalam pidatonya yang lalu kini desanya menjadi lebih baik. Adat saling menyapa pun rutin mereka lakukan. Saling menghormati dan menghargai,rela menolong,serta cinta alam dan kasih sayang terhadap sesama kini terlihat sangat amat jelas. Dan selalu begitu hingga masa jabatannya habis di tahun jabatannya yang ke-10.

Untuk sahabat bil-science,cerita ini memang hanya karangan fiktif belaka,namun arti kehidupan sang pemuda memang nyata dalam kehidupan kita. Manusia memang bagaikan sebuah lampu,5 detik yang lalu kita lihat masih menyala dengan terang tapi tiba-tiba 5 detik kemudian lampunya redup dan seketika mati.
Jika hidup manusia adalah sebuah lampu,"Jadilah Lampu yang Berarti" bagi semua orang.

^^ Good Luck